Rabu, 17 Desember 2014

Jumat, 10 Oktober 2014

Hasil Rapat PPBJ 9 Oktober 2014

Rapat Paguyuban Pengamat Burung Jogja
Hari: Kamis, 8 Oktober 2014
Lokasi: Basecamp Bionic
Hasil Rapat:
  • Jogja Bird Walk
Oktober | 19 Oktober 2014 di Trisik | PJ Bionic
November | 16 atau 23 November 2014 di Amplaz | PJ Biolaska
Desember | 14 Desember 2014 di Bukit Jarum | PJ KP3Burung
  • ‪Jadwal‬ Pengamatan untuk Migrasi
Yang ingin melakukan pengamatan diharapkan menghubungi ketua lembaga masing untuk memudahkan kordinasi atau lngsung menghubungi:
PJ Migrasi Burung Pantai, Ardi (08993753031) 
PJ Migrasi Burung Raptor, Mba Alifi (085725918998)
PJ Migrasi Burung Urban, Sigit (085712966058)
Tujuannya agar data bisa rapi.
Formulir untuk Pengamatan Migrasi Burung bisa didownload di sini.
  • ‪Undangan‬ FGD Burung Kota
Tanggal 20 Oktober 2014 jam 12.30 di Ruang Pertemuan, Basement UAJY.
Undangan: Perwakilan lembaga masing-masing 2 orang, Mas Asat, Mba Naring, Layang-layang (Sigit), Elang (Arel), Burung Pantai (Aghnan), Jalak (Panji), Gunung Kidul (Mas Edi), dan Mas Imam.
  • Pengamatan Burung Pantai
Besok (Jumat, 10 Oktober 2014) yang ingin pengamatan burung pantai bisa ke Trisik jam 15.30 bareng KP3Burung.
  • Blog PPBJ
Adminya Afrizal dan Aghnan
Rencana launching saat Jogja Bird Walk tanggal 19 Oktober 2014
Sekian info rapat kali ini
Terima kasih

Sumber: Fuzna PPBJ

Kamis, 09 Oktober 2014

Format Perencanaan Mini-Riset KPB Bionic UNY

Halaman Sampul
A. Judul
B. Latar Belakang
C. Tujuan
D. Metode Pelaksanaan
    - Waktu
    - Lokasi
    - Jenis Penelitian
    - Teknik Pengambilan Data
    - Analisis
    - dll (menyesuaikan)
Daftar Pustaka

Format Cover:
Ketentuan lain:
- Maksimal 2 halaman (Latar Belakang sampai Metode Pelaksanaan)
- Margin bebas rapi
- Font: Times New Roman 12
- Spasi 1.15
- Hardfile

Jumat, 03 Oktober 2014

Penjelasan Mengenai Teknis Pelantikan Anggota Spilornis cheela

Susunan Acara
  1. Pembukaan
  2. Sambutan pengurus
  3. Penjelasan Kurikulum Bionic dan Orientasi Pelantikan
  4. Penjelasan Jadwal Kegiatan Bionic
  5. Penutup
Notulen:
Kurikulum Penerimaan Anggota KPB Bionic UNY 
Birdwatching-Research-Education

Empat Landasan Bionic
  1. Dasar Organisasi
  2. Pengamatan Burung
  3. Konservasi
  4. Mengembara, Berkarya, dan Mengudara
Tahap menjadi Anggota Bionic
  1. Gelatik (Gelar Pelantikan)*
  2. Follow Up Gelatik
  3. Mersi
  4. Pelatihan Burung Pantai
  5. Pelatihan Burung Raptor
  6. Mini-riset*
  7. Wawancara
  8. Rekomendasi Pengurus Bionic
  9. Pelantikan Anggota Bionic*
Target Minimal Anggota Bionic
  1. List 60 jenis burung
  2. Pengamatan di 5 lokasi berbeda
  3. Menulis 1 tulisan dalam setahun
  4. Melakukan mini-riset dengan tema Burung dan Habitatnya
Tanggal Penting
  • 11 Oktober 2014 Mersi (Pengamatan Burung) di Blok O Yogyakarta
  • 15 Oktober Pengumpulan Proposal Mini-riset
  • 18-19 Oktober Materi Pelatihan Burung Pantai dan Pengamatan Burung Pantai
  • 24-25 Oktober Materi Pelatihan Burung Raptor dan Pengamatan Burung Raptor
  • 10 November Pengumpulan Proposal Mini-riset
  • 11-13 November Wawancara
  • 14 November Pelantikan
  • 15-29 Desember Pameran Satu Dekade Bionic (Launching Buku, Pameran, Syukuran, Temu Kangen)

Minggu, 07 September 2014

"Anggota" Bionic Dominasi Juara LBWM 2014

"Anggota" Kelompok Pengamat Burung BIONIC Universitas Negeri Yogyakarta (KPB BIONIC UNY) mendominasi juara di Lomba Bird Watching Merapi 2014 tingkat nasional. Lomba Bird Watching Merapi (LBWM) 2014 ini diselenggarakan oleh Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) bekerja sama dengan Paguyuban Pengamat Burung Jogja (PPBJ). LBWM 2014 ini dilaksanakan pada tanggal 5-7 September 2014 di Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM).
The Aghnanisme - Juara Lomba Bird Watching Merapi 2014 [Andri]
Ada beberapa kategori yang dilombakan di LBWM 2014. Lomba utama terdiri dari tiga jenis lomba, yaitu pengamatan burung berupa hasil sketsa gambar burung dan deskripsinya, lomba cerdas cermat, dan kuis berupa tebak gambar dan tebak suara burung. Poin dari ketiga lomba tersebut akan diakumulasi untuk memperoleh tiga peringkat juara umum. Selain tiga kategori lomba tersebut, panitia juga mengadakan lomba dokumentasi dengan tiga kategori, yaitu foto satwa, foto tumbuhan, dan foto kegiatan. Ada juga lomba desain logo kegiatan yang nantinya logo terbaik akan digunakan sebagai logo Lomba Bird Watching Merapi selanjutnya.

Setidaknya ada 80 tim dari berbagai kelompok dan komunitas mengikuti LBWM 2014 ini. Tim-tim ini berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasisa, dan umum. Lomba pengamatan burung yang dilakukan dihari kedua dimulai dari campground di Karang Pramuka, Kaliurang menuju lokasi pengamatan. Lokasi pengamatan sendiri terdapat empat jalur, yaitu Tlogo Putri, Puncak Plawangan, Goa Jepang, dan Tlogo Nirmolo. Dari keempat jalur tersebut, tim bebas memilih jalur yang akan ditempuh namun panitia memberi batasan waktu pengamatan mulai pukul 04:30-12:00 WIB.
The Aghnanisme - Peserta Lomba Bird Watching Merapi 2014 [Andri]
Pada LBWM 2014 ini, KPB BIONIC UNY mengirimkan 7 tim dan 1 tim di antaranya berhasil menyabet juara untuk dua kategori, juara II dan juara pengamatan burung terbaik. Adalah tim Bionic Raminten yang terdiri dari Panji Gusti Akbar, Ekky Yudha P, dan Amanina. Juara III direbut oleh tim KSS Jamuskauman yang salah satu anggotanya adalah alumni Universitas Negeri Yogyakarta dan anggota KPB BIONIC UNY (Bionicers), yaitu Teguh Willy Nugroho. Juara pertama diraih The Tale of Javan Green Magpie dari Jakarta Birder yang salah satu anggotanya juga mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta dan juga Bionicers, yaitu Waskito Kukuh Wibowo. Atas perolehan prestasi tersebut kelompok studi ornithology dari Universitas Negeri Yogyakarta, KPB BIONIC UNY berhak atas tropi, sertifikat, dan uang pembinaan Rp 5.000.000,- untuk Juara II serta tropi, sertifikat, dan uang pembinaan Rp 750.000,- untuk Juara Kategori Pengamatan Burung Terbaik.

Kepedulian di hari ini, Kelestarian di masa depan.

Senin, 01 September 2014

Alat dan Perlengkapan Pengamatan Burung

Sebelum melakukan kegiatan pengamatan burung, dibutuhkan beberapa peralatan dan perlengkapan pendukung guna mendapatkan manfaat atau hasil yang bermakna. Penggunaan alat dan perlengkapan tersebut dapat disesuaikan dengan tujuan pengamatan itu tersendiri. Berikut beberapa alat dan perlengakapan yang diperlukan:

1. Teropong
Terdapat 2 jenis teropong yang biasa digunakan dalam pengamatan burung, yaitu Binokuler dan Monokuler.

   i. Binokuler
Binokuler (biasa disingkat "bino" atau "binok") merupakan alat bantu penglihatan terpenting guna mengamati dan mengidentifikasi jenis burung yang ditemui di lapangan. Binokuler terutama digunakan untuk pengamatan burung di hutan dan pengamatan jenis-jenis burung yang aktif bergerak karena penggunaannya cukup praktis dan mudah dikendalikan. Binokuler yang digunakan dalam pengamatan burung harus mempunyai kualitas yang baik. Binokuler dengan kualitas rendah tidak akan banyak berguna dan hanya akan merusak mata. Ukuran binokuler yang biasa diguanakan adalah 8x30, 8x40, 10x21.5, dan yang kekuatan lensa yang lebih besar lagi.
   ii. Monokuler dan tripod
Monuler (biasa disingkat "mono") biasanya digunakan untuk mengamati burung air atau burung pantai, burung-burung yang cenderung diam atau mengamati perilaku burung di sarang. Kelebihan dari monkuler adalah mempunyai kekuatan lensa yang jauh lebih besar dari binokuler. Pemakaian monokuler biasanya disertai dengan tripod (kaki tiga) sebagai penyangga. Terdapat berbagai ukuran monokuler, umumnya sampai perbesaran 60x.

2. Kamera
Penggunaan kamera sangat disesuaikan dengan tujuan pengamatan, apakah untuk memotret burung yang dijumpai saat pengamatan atau hanya sebagai dokumentasi kegiatan. Kamera yang digunakan untuk memotret burung harulah kamera dengan lensa tele minimal 300mm. Penggunaan kamera pocket untuk memotret burung dapat juga dilakukan degan cara dipadukan dengan monokuler dan tripod yang biasa dikenal dengan teknik digiscoping.

3. Buku catatan lapangan
Buku catatan lapangan merupakan alat dokumentasi terpenting. Idealnya, kita memiliki buku catatan lapangan khusus yang berisi informasi mengenai sketsa dan deskripsi jenis burung yang baru pertama kali kita jumpai, waktu pengamatan, lokasi pengamatan, kondisi cuaca, jenis-jenis burung yang dijumpai, dan nama rekan yang juga ikut mengamati saat itu.

Usahakanlah untuk merekam informasi sebanyak-banyaknya dari burung tersebut. Catatan ini akan sangat berguna dan penting, kecuali kita mempunyai kemampuan mengingat yang tidak terbatas dan dapat diandalakan! Buku catatan lapangan sebaiknya berukuran tidak terlalu besar. Buku seukuran saku sangat praktis dan ringan, namun biasanya cover buku tersebut tidak tahan air.

4. Buku panduan lapangan
Buku panduan lapangan digunakan untuk membantu mengidentifikasi jenis-jenis burung yang ditemi di lapangan. Untuk seluruh kawasan Indonesia, telah tersedia 3 buku panduan lapangan yang cukup baik dan populer dikalangan pengamat burung, yaitu untuk kawasan Sunda Besar (Sumatera, Jawa, Bali, dan Kalimantan), Wallacea (Nusa Tenggara dan Sulawesi), dan Papua.

5. Pakaian
Burung merupakan jenis satwa yang cukup peka. Di saat pengamatan di lapangan, sebaiknya menggunakan pakaian dengan warna yang tidak mencolok. Warna-warna terang sperti merah atau orange sangat tidak dianjurkan. Pilihlah pakaian yang berwarna gelap atau natural seperti hitam, coklat, atau hijau.

Penggunaan pakaian juga disesuaikan dengan kondisi lapangan. Untuk melindungi kepala dari terik matahari, disarankan untuk menggunakan topi atau bandana. Pemilihan pakaian yang kita gunakan saat di lapangan pada dasarnya adalah demi kenyamanan dan agar membantu kita untuk menemukan berbagai jenis burung saat pengamatan.

Kepedulian di hari ini, kelestarian di masa depan.

Sumber: BIONIC. 2014. Booklet Gelatik Bionic 2014. Sleman: Bionic-Press.

Mengamati Burung (Bird Watching atau Birding)

Bagi sebagian besar orang, mengamati burung atau bird watching atau birding bisa dibilang sebagai kegiatan yang aneh dan asing. Bagaimana tidak, kita mungkin akan mengatakan, "Untuk apa burung diamati? Apa asyiknya? Kayak engga ada kerjaan lain aja!" dan sebagainya. Tapi bagi para pengamat burung atau bird watcher atau birder (sebutan buat orang yang melakukan kegiatan mengamati burung), kegiatan ini mempunyai banyak sisi positif. Setidaknya dalam pengamatan burung tercakup 5 kegiatan positif, yaitu hobi, rekreasi, olahraga, ilmiah, dan konservasi.

Mengamati burung dapat menjadi hobi karena di dalamnya terdapat candu yang bisa membuat orang ketagihan dan mau melakukannya lagi, lagi, dan lagi. Kegiatan ini pun termasuk kegiatan rekreasi. Untuk dapat mengamati burung, para birder akan mengunjungi habitat asli tempat burung-burung berada. Habitat bagi burung tersebar secara luas, mulai dari taman, sawah, pantai, sampai hutan dan pegunungan. Berkunjung ke objek alam yang indah tersebut merupakan sebuah kegiatan refreshing tersendiri yang menyenangkan.

Aktivitas olahraga dalam pengamatan burung juga tidak dapat dilepaskan. Untuk dapat menemukan burung di habitat alaminya, pengamat burung pasti akan berjalan-jalan menyusuri taman, hutan, pantai atau di mana pun ia melakukan pengamatan. Dengan kata lain ia melakukan olahraga yaitu jalan kaki.

Dari segi ilmiah, dengan melakukan pencatatan terhadap berbagai jenis burung yang dijumpai di suatu kawasan, perilaku yang teramati, jumlah spesies, dan lainnya, maka akan terkumpul data yang mungkin saja amat penting bagi dunia ilmu pengetahuan, khususnya yang berkaitan dengan ornithologi (ilmu biologi yang mempelajari tentang burung). Bukan tidak mungkin data yang kita buat dari hasil pengamatan kita merupakan data dari suatu jenis burung yang untuk beberapa waktu yang lama tidak ada laporan mengenai status, keberadaan, dan persebarannya secara akurat dan tidak dimiliki oleh pra ornitolog manapun.

Terakhir, dalam kegiatan pengamatan burung terdapat nilai-nilai konservasi yang amat penting. Bagaimana mungkin mengamati burung apabila tempat yang menjadi habitat burung tersebut rusak sehingga berbagai spesies yang terdapat di dalamnya terancam kepunahan. Setidaknya seorang birder akan berupaya menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak merusak habitat burung dan juga membiarkan burung terbang bebas untuk menjalankan tugas ekologinya masing-masing tanpa perlu mengurungnya dalam sangkar. Menurut MacKinnon, pemerhati burung berfungsi seperti mata dan telinga untuk mengawasi keadaan planet bumi ini.

Kepedulian di hari ini, kelestarian di masa depan.

Sumber: BIONIC. 2014. Booklet Gelatik Bionic 2014. Sleman: Bionic-Press.

Kamis, 28 Agustus 2014

Kegiatan KPB Bionic UNY

KEGIATAN RUTIN

1. GELATIK atau Gelar Pelantikan
Diadakan setahun sekali untuk melantik anggota baru.
Gelatik 2014
2. MERSI (Mersani Peksi)
Pengamatan Burung sebulan sekali yang rutin dilakukan setiap bulan. Lokasi di Yogyakarta dan sekitarnya

3.Pelatihan Burung Pantai dan Pelatihan Raptor
Kegiatan pelatihan pengamatan burung pantai dan burung raptor kepada anggota Bionic, mengenalkan tentang jenis-jenis burung pantai dan burung raptor dan cara identifikasinya.

4. MoBuPi (Monitoring Burung Pantai)
Rutin dilakukan oleh KPB BIONIC UNY mulai dari tahun 2007 - sekarang pada saat musim Migrasi Burung Pantai (September - April) di setiap bulan Migrasi rutin memonitoring Burung Pantai (Shorebird) yang singgah di Pantai Trisik dan sekitarnya.
Monitoring Burung Pantai
5. AWC (Asian Waterbid Cencus)
Kegiatan ini merupakan partisipasi Kpn Bionic Uny dalam kegiatan Sensus burung air yang rutin dilakukan Kelompok Pengamat Burung se-Asia. Dilakukan setiap bulan Januari, serempak dilakukan oleh pengamat burung di berbagai negara di Asia dan data yang diperoleh akan dikumpulkan ke koordinator pusat guna menghitung jumlah populasi burung air.

6. Birdwatching for Kids and Birdwatching for Student
Mengenalkan pendidikan konservasi lewat pengamatan burung kepada anak – anak serta pelajar di Yogyakarta dan sekitarnya.

7. Pendataan Avifauna Kampus UNY
Kegiatan rutin dilakukan setiap tahun untuk mengetahui keragaman jenis burung yang ada di kampus UNY Karangmalang serta untuk mengetahui perubahan populasi avifauna kampus UNY Karangmalang.

8. Diskusi Hasil Penelitian
Kegiatan semacam seminar, mendiskusikan hasil temuan-temuan dan hasil penelitian yang dilakukan oleh anggota Bionic UNY.

9. Partisipasi dalam PPBJ Birdbanding Club (Penandaan Burung liar menggunakan cincin/bendera dengan ijin Indonesia BirdBanding Society)

10. Delegasi Peserta Birdwatching Competition
Pengiriman anggota KPB BIONIC UNY untuk turut serta dalam kegiatan kompetisi pengamatan burung yang rutin di lakukan di berbagai tempat di Indonesia.

11. Festival Migrasi Burung Pantai Migran
Kegiatan ini dilakukan pada musim migrasi burung pantai yaitu pada bulan Oktober-Desember setiap tahunnya di wilaytah-wilayah singgah (Birding Site) burung pantai migrant.Yogyakarta memiliki Pantai Trisik yang merupakan Birding Site teramai setiap musim migrasi. Femomena mengundang antusias para pengamat burung baik dari luar dalam maupuun luar Yogyakarta.

12. Ekspedisi Layang-Layang Api
Merupakan kegiatan eksplorasi yang dilakukan oleh Kpn Bionic Uny disuatu wilayah tertentu dengan harapan dapat memperoleh data terbaru di suatu wilayah mengenai burung dan habutatnya.

13. Pameran Karya Biodiversitas Indonesia
Kegiatan ini merupakan kegiatan yang akan menampilkan hasil karya anggota-anggota Kpb Bionic Uny dari tahun ke tahun. Karya tersebut dapat berupa tulisan, penelitian, foto, maupun kejuaran yang pernah di raih.

Sumber: ospekfmipauny

KPB BIONIC UNY

KPB BIONIC UNY adalah Kelompok Pengamat Burung dari Universitas Negeri Yogyakarta yang resmi berdiri pada tanggal 25 Desember 2004 saat Sidang Umum Keluarga Mahasiswa Jurusan Pendidikan Biologi. Nama BIONIC merupakan akronim dari “Biologi Uny Ornithologi Club”, selanjutnya pada Musyawarah Anggota BIONIC tahun 2010 akronim tersebut dihilangkan sehingga nama yang digunakan kemudian adalah KPB BIONIC UNY, tanpa terkandung akronim di dalamnya. Padas awal terbentuknya, Kelompok Pengamat Burung ini berstatus Badan Semi Otonom (BSO) HIMABIO FMIPA UNY. Sejak tahun 2013, KPB Bionic UNY resmi menjadi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.

Logo KPB BIONIC UNY
Terbentuknya kelompok ini berasal dari keinginan beberapa orang mahasiswa biologi yang mempunyai ketertarikan pada satwa burung untuk mendirikan sebuah kelompok yang bisa mewadahi hobi mereka. KPB BIONIC UNY mempunyai visi yang sekaligus dijadikan slogan yaitu: “Kepedulian di Hari ini, Kelestarian di Masa Depan” sedangkan misinya adalah: 
1. Meningkatkan kepedulian mahasiswa dan masyarakat umum terhadap kelestarian burung di alam dengan pengamatan, penelitian, serta upaya lain yang mendukung.
2. Melakukan upaya konservasi burung dan habitatnya.

Anggota KPB BIONIC UNY yang tercatat sampai saat ini 161 orang. Kemudian sejak berdirinya pada tahun 2004 hingga sekarang, KPB BIONIC UNY sudah banyak melakukan kegiatan dalam bidang ornithologi. Kegiatan-kegiatan itu meliputi pengamatan burung, kampanye pelestarian butung, riset tentang ornithologi, serta pendidikan lingkungan.

Selain itu, KPB BIONIC UNY juga banyak berpartisipasi dalam berbagai hal baik dalam lingkup regional, nasional, maupun internasional. Di regional Yogyakarta, KPB BIONIC UNY tergabung dalam sebuah jaringan yang bernama Paguyuban Pengamat Burung Jogja (PPBJ) bersama organisasi-organisasi pemerhati burung lainnya. Jogja Bird Walk (JBW) merupakan agenda bulanan jaringan pengamat burung tersebut yang rutin diikuti oleh BIONIC. Kegiatan ini bertujuan memantau dan mendata burung-burung liar di kawasan Yogyakarta dan sekitarnya. Di ajang nasional pun tidak ketinggalan, mulai dari MoBuPi (Monitoring Burung Pantai) serta beberapa event nasional lainnya seperti Birding Competition yang sering diadakan di berbagai tempat di Indonesia. KPB BIONIC UNY juga menjadi salah satu kontributor data untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya pada AWC (Asian Waterbird Census) setiap tahunnya. The 5th AOC (Australian Ornithological Confetence) menjadi konferensi internasional pertama yang diikuti pada tahun 2009 lalu.

Sebagai kelompok pengamat burung, memberikan wawasan dan informasi tentang burung serta melakukan kegiatan-kegiatan yang bertemakan konservasi khususnya konservasi burung dan habitatnya merupakan hal yang wajib dilakukan untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan dan eksistensi di masyarakat luas. Oleh karena itu, tidak bosannya KPB BIONIC UNY mengajak kepada siapapun “Marilah kita senantiasa menjaga burung agar tetap lestari di habitat aslinya”. Seindah apapun burung yang ada di sangkar, masih lebih indah saat alam liar menjadi sangkarnya.

Sumber: ospekfmipauny