Sabtu, 31 Desember 2016

Gelatik (Gelar Pelantikan) 2016

Ditulis oleh Ika Nur Rahma

Hari Sabtu, 17 Desember 2016, UKMF Bionic melakukan kegiatan Gelar Pelantikan (Gelatik) 2016 angkatan XIII Merops Philippinus di desa Jatimulyo, Girimulyo, Kulon Progo. Kegiatan tersebut dimulai pada pukul 06.00 dengan dilakukan briefing untuk dibagi menjadi beberapa kelompok untuk melalui jalur yang berbeda. Saya bersama dengan Fianti dan Annisa yang dibersamai dengan Mas Andri dan Nurul melalui jalur Bolo Dewo untuk melakukan pengamatan burung.

Pukul 06.30, cuaca mendung, kami berangkat dengan berjalan kaki sambil mengamati pohon yang ada di kanan dan kiri kami. Burung-burung mulai berkicauan dimana-mana. Dari jalan yang kami tempuh, terlihat sekawanan walet lichi sedang terbang memutar di atas watu blencong. Walet linchi ini memiliki ciri-ciri antara lain saat terbang terlihat sayap terbuka lebar berwarna hitam dan pada bagian tubuh nya berwarna putih. Ekornya membentu huruf V terbalik.

Perjalanan kami lanjutkan, ternyata di salah satu pohon kelapa di sebelah kami terdapat 2 burung yang sedang bertengger. Burung tersebut memiliki ciri-ciri tubuhnya berukuran kecil, lebih kecil dari burung gereja, paruh berwarna hitam panjang, bagian tubuh bawah berwarna hijau kekuningan, bagian tubuh atas (punggung) berwarna kecoklatan.

Kemudian kami melihat lagi, 2 burung dengan ciri-ciri yang sama yaitu bagian tubuh depan berwarna hijau kekuningan, paruh panjang, dan ukuran tubuhnya kecil sedang berkejar-kejaran, hinggap dan berpindah dari satu pohon ke pohon lain. Selang sekitar 200 m, ditemukan burung dengan ciri-ciri yang sama sedang bertengger di pohon terkadang terbang pindah dari satu pohon ke pohon lain.

Perjalanan berlanjut, di salah satu pohon terdapat 2 burung yang memiliki ciri-ciri berukuran sangat kecil, lebih kecil dari burung gereja erasia, bagian kepala dan tubuh bagian atas berwarna biru, tubuh bagian bawah berwarna kuning, dan ekor nya sangat pendek. Burung ini berpindah-pindah dari satu ranting ke ranting lain, sesekal meloncat-loncat.

Perjalanan dilanjutkan, di salah satu pohon kelapa pada manggarnya ditemukan burung dengan ciri-ciri paruh berwarna hitam, tubuh bagian atas berwarna hitam, dan tubuh bagian kuning. Sebenarnya, kami disuruh mengamati bagian tengkuknya, namun saat akan diamati burung ini terbang. Pukul 09.30 kami berhenti dan duduk di spot yang dekat dengan selokan, disitu kami membuat sketsa dan menulis artikel populer. Saat kami sedang menulis artikel populer, ternyata Mas Andri melihat burung dan membeti tahu kami untuk mengamatinya. Burung tersebut memiliki ciri-ciri tubuh lebih besar dari gereja erasia, paruh bewarna merah, dan tubuh bagian punggung juga bewarna merah. Saat akan diamati lebih lanjut, ternyata burung ini sudah terbang.

Kamis, 01 Desember 2016

Buku Panduan Lapang Burung Kampus Karya KPB Bionic UNY Akhirnya Terbit

Pendataan Burung Kampus di Universitas Negeri Yogyakarta sudah dimulai sejak tahun 1994 oleh Pak Djuwanto, M.S selaku dosen ekologi dibantu oleh beberapa mahasiswa. Pendataan bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis burung yang ada di kebun Biologi FMIPA UNY. Pada tahun 2003, Pak Yuni Wibowo, M.Pd selaku dosen Pendidikan Biologi kembali melakukan penelitian burung di kampus UNY setelah sebelumnya sempat terhenti.

Pertengahan tahun 2004 muncul beberapa mahasiswa Biologi angkatan 2001 yaitu Imam Taufiqurrahman, Anis Utomo dan Ahmad Fahrudin yang begitu tertarik dengan pengamatan burung. Kemudian bersama 7 orang lainnya, mereka mencoba mwadahi kegiatan ini dengan membentuk sebuah kelompok yang mengkhususkan diri pada dunia perburungan. Akhirnya BIONIC menjadi nama yang disepakati, sebuah akronim dengan kepanjangan “Biology UNY Ornithologi Club”.

Tahun pertama menjalani sebagai sebuah organisasi intra kampus, BIONIC belum banyak melakukan program dan kegiatan. Mersi singkatan dari bahasa Jawa “Mersani Peksi” yang berarti pengamatan burung menjadi kegiatan inti yang rutin dilakukan. Mersi yang rutin dilakukan di kampus kemudian menjadi Pendataan Burung Kampus. Hasil dari Pendataan Burung Kampus setiap tahun tersimpan di file pengurus Bidang Operasional.

Tahun 2013, melalui Ahmad Zulfikar Abdullah dan Zulqarnain Assiddiqi, KPB Bionic UNY mulai menyusun sebuah buku panduan tentang burung-burung yang ada di kampus. Tujuannya adalah untuk memperkenalkan berbagai jenis burung yang pernah teramati di kampus kepada masyarakat luas khususnya cititas akademi UNY. Buku ini juga sekaligus mejadi media kampanye untuk mengajak lebih peduli dan menjaga lingkungan sekitar khususnya kampus.

Di pertengahan tahun 2015, Buku Panduan Lapang Burung Kampus UNY Karangmalang Yogyakarta selesai disusun, diolah dan siap diterbitkan. Namun, dalam proses penerbitannya buku ini sempat terkendala proses administrasi. Akhirnya buku panduan pengamatan burung karya Bionicers (sebutan bagi anggota KPB Bionic UNY) ini harus tersimpan untuk beberapa saat.

Di tahun 2016, dengan persetujuan Bapak Dr. Paidi M.Si selaku Ketua Jurusan Pendidikan Biologi akhirnya Buku Panduan Lapang Burung Kampus UNY Karangmalang Yogyakarta memperoleh ISBN dan siap dicetak meskipun masih dalam jumlah terbatas. 

Mengingat bahwa ide untuk menyusun buku burung kampus dan menerbitkannya sudah ada sejak lama bahkan sebelum Tim Penyusun terbentuk, Ketua KPB Bionic UNY tahun 2016, Aghnan Pramudihasan masih mencoba mengusahakan untuk memperbanyak jumlah buku yang dicetak. Buku ini nantinya dapat menjadi informasi terkini tentang potensi burung yang ada di Kampus UNY Karangmalang kepada civitas akademika UNY maupun instansi luar. Selain itu, buku ini juga dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam pembangunan Kampus UNY Karangmalang yang berorientasi terhadap kelestarian burung di alam. (Aghnan)