Selasa, 28 Februari 2017

Simulasi Lomba Pengamatan Burung di Taman Nasional Gunung Merapi

Kelompok Pengamat Burung Bionic Universitas Negeri Yogyakarta pada hari Minggu (26/2) kemarin baru saja menyelenggarakan kegiatan simulasi lomba pengamatan burung di Taman Nasional Gunung Merapi. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan dan meningkatkan kemampuan anggota KPB Bionic UNY dalam kegiatan eksplorasi burung dan habitatnya serta meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap keanekaragaman hayati di Indonesia terutama jenis burung. Selain itu, kegiatan ini dapat menjadi ajang tukar pengalaman dari yang pernah mengikuti lomba pengamatan burung kepada anggota baru KPB Bionic UNY.
 
Bidang Operasional Bionic, Aghnan Pramudihasan mengatakan bahwa kegiatan pengamatan kali ini dibuat seperti lomba pengamatan burung. Peserta dibagi menjadi kelompok-kelompok yang beranggotakan maksimal 3 orang. Setiap kelompok diwajibkan membuat sketsa burung yang dijumpai dan tidak diperbolehkan membuka buku panduan identifikasi. Masing-masing kelompok dibebaskan memilih jalur pengamatan.

Pukul 11:00 WIB, peserta diwajibkan kembali ke titik kumpul untuk mempresentasikan hasil pengamatan masing-masing. Di akhir diskusi, Panji Gusti Akbar menyampaikan beberapa tips dan trik dalam mengikuti lomba pengamatan burung agar mendapatkan hasil yang maksimal.

"Kalau dalam lomba diharuskan membuat sketsa burung, kita harus bisa membagi waktu untuk fokus pengamatan dan waktu untuk fokus membuat sketsa. Selain itu, jangan meremehkan kuis yang biasanya berupa pengetahuan tentang lokasi pengamatan, gambar burung dan suara burung", kata Panji Gusti Akbar yang menjuarai event Bali Bird Watching Race 2016 dan juara kedua Lomba Bird Watching Merapi 2014.

Sebanyak 16 peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan ini, mulai dari pengamatan burung, diskusi hasil pengamatan dan share pengalaman tips dan trik lomba pengamatan burung. Setelah kegiatan ini, harapannya peserta memperoleh gambaran tentang lomba pengamatan burung karena akan ada beberapa event di tahun 2017 ini. (Aghnan)

Rabu, 08 Februari 2017

KPPBI III di Bali

Konferensi Peneliti dan Pemerhati Burung di Indonesia (KPPBI) ke-3 telah usai, kegiatan tahunan yang selalu ditunggu-tunggu oleh para peneliti dan pemerhati burung untuk saling bertukar informasi tentang burung-burung di Indonesia. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Program Studi Magister Ilmu Biologi FMIPA Universitas Udhayana ini berlangsung mulai tanggal 2-5 Februari 2017.

Sebanyak 134 list abstrak penelitian tentang burung di Indonesia diterima dengan rincian 84 list untuk presentasi oral dan 50 list untuk presentasi poster. Sebanyak 250 peneliti dan pemerhati burung di Indonesia hadir dalam konferensi ini, selain peserta dari Indonesia kegiatan ini juga dihadiri oleh peserta dari Belanda, Jerman, Australia dan Amerika Serikat.

Beberapa Bionicers, sebutan bagi anggota KPB Bionic UNY mengirimkan hasil penelitian mereka dan berhasil lolos untuk dipresentasikan dalam KPPBI III. Beberapa hasil penelitian dari Bionicers yang lolos antara lain: 1) Keanekaragaman Burung di Jalur Pendakian Selatan Hutan Adat Wonosari Gunung Kidul DIY oleh Rahmadiyono Widodo, Ratih Dewanti, Lanna Murpi P dan Triajeng Nur Amalia; 2) Studi Burung-burung yang diperdagangkan di Pasar Tradisional Gawok Sukoharjo Jawa Tengah oleh Rahamadiyono Widodo dan Ahmad Arif; dan 3) Pelatihan Pengamatan Burung di Kampus FMIPA UNY untuk Meningkatkan Sikap Peduli Lingkungan pada Siswa SMA oleh Rio Christy Handziko, Aghnan Pramudihasan, Andri Nugroho dan Bowo Prakoso.
Ketua Panitia KPPBI III Bali, Luh Putu Eswaryanti Kusuma Yuni menjelaskan bahwa egiatan di koferensi ini dibagi menjadi dua yaitu simposium dan workshop. Topik utama dalam simposium antara lain: 1) Burung di habitat alaminya, 2) Burung di habitat yang dimodifikasi, 3) Topik khusus tentang konservasi Curik Bali dan 4) Scientific Journalism. Sedangkan untuk workshop, topik yang disediakan adalah 1) Fotografi untuk studi burung, 2) Percincinan burung, 3) Konservasi burung pemangsa dan 4) Peran medik konservasi untuk pelestarian burung. (Aghnan)