Sabtu, 30 Januari 2016

Festival Burung Pantai


Festival burung pantai merupakan salah satu acara rutin tahunan KPB Bionic FMIPA UNY. Festival ini diselenggarakan pada Jumat-Minggu, 16-18 Oktober 2015 dan diikuti oleh Kepak Sayap UNS, Biolaska UIN Suka, Mapala Silvagama, Kaysan (peserta termuda yang sudah lumayan sering ikut pengamatan burung), Banyumas Wildlife, dll. Festival burung pantai ini terfokus pada burung yang sedang bermigrasi.

Rangkaian acara dimulai pada hari Jumat dengan Pelatihan Burung Pantai oleh Mas Wahab dilanjutkan perjalanan menuju tempat menginap di salah satu rumah warga di daerah Pantai Trisik. Karena biasanya pengamatan berangkat pada pagi hari, dan kali ini saya juga mengira berangkat menuju daerah pengamatan pada keesokan harinya, saya tidak membawa baju ganti dan perlengkapan lainnya. Namun ternyata untuk pengamatan kali ini berangkat pada sore hari. Teman saya, Ratih, juga sepemikiran dengan saya, dan akhirnya kami pun memutuskan untuk menyusul pada Sabtu pagi.

Sedikit banyak tahu mengenai daerah Pantai Trisik karena dulu lumayan sering diajak ke Pantai Trisik, membuat saya agak PeDe untuk mencari tempat menginap teman-teman yang lain, selain sudah diberi ancer-ancer oleh Aghnan. “Kalo ada tulisan TUTOP belok kiri, ngikutin jalan jelek, belok kiri, rumahnya rumah warna pink.”Saya dan Ratih janjian ketemu di jembatan Srandakan pukul 6.30 WIB. Kami kemudian berangkat menuju arah Pantai Trisik. Sudah mendekati tempat yang dituju, terdengar suara yang memanggil kami. Dan itu adalah Yono, dan kawan-kawan yang sedang menunggu sarapan. Kami datang disaat yang tepat, saat sarapan. Yeayy.

Setelah sarapan selesai, kami mulai berbaris dan berhitung untuk membagi kelompok pengamatan. Saya, desi, mbak Ratih, mbak Tria dipandu mas EP sama mbak Arel menjadi satu kelompok saat pengamatan pagi itu. Pengamatan dilakukan di area persawahan. Pengamatan juga dilakukan pada Sabtu sore di muara Sungai Progo dan Minggu pagi di muara Sungai Progo yang dilanjutkan ke laguna Pantai Trisik (baru tahu kalo Pantai Trisik ada lagunanya).
Pengamatan Minggu Pagi
Beberapa burung yang teramati yaitu Terik Australi (Stiltia isabella), Cerek Jawa (Charadrius javanicus), Trinil Semak (Tringa glareola), Kuntul Kerbau (Bubulcus ibis), Kuntul Kecil (Egretta garzetta), Blekok Sawah (Ardeola speciosa), Cerek Kernyut (Pluvialis fulva), Trinil Pantai (Tringa hypoleucos), Cangak Abu (Ardea cinerea), Dara Laut (Sterna hirundo), Cerek Kalung Kecil (Charadrius dubius), Gemak Loreng (Turnix suscitator), Trinil Kaki Hijau (Tringa nebularia), dan Cerek Pasir Mongolia (Charadrius mongolus). Kesulitan yang dihadapi yaitu dalam membedakan spesies burung pantai yang satu dengan yang lain karena berbeda ‘coretan’ sudah beda spesies. 
“Menikmati Sunset” sisi lain saat pengamatan burung



Minggu, 24 Januari 2016

Pengurus UKMF KPB Bionic UNY 2016

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

DENGAN MENYEBUT ASMA ALLAH YANG MAHA PENGASIH LAGI MAHA PENYAYANG
SUSUNAN KEPENGURUSAN UKMF KPB BIONIC UNY
MASA ABDI 2016

No
Amanah
Nama
PENGURUS HARIAN
1
Ketua
Aghnan Pramudihasan
2
Wakil Ketua
Andri Nuroho
3
Sekertaris
Desi Dwi Ariyanti
4
Bendahara
Ulfia Nurul Khikmah
BIDANG PEMBERDAYAAN ANGGOTA
5
Koordinator
Rahmadiyono Widodo
6
Staf
Nia Widiastuti
7
Staf
Tri Widayanti
BIDANG OPERASIONAL
8
Koordinator
Bima Gana Pradana
9
Staf
Ahmad Arif
10
Staf
Insiwi Purwianshari
11
Staf
Muhammad Hasbi Ashidiqi
BIDANG MEDIA DAN INFORMASI
12
Koordinator
Ratih Dewanti
13
Staf
Nurul Hakiki
14
Staf
Gahar Ajeng Prawesthi
BIDANG HUMAS
15
Koordinator
Maryatul Qibtiyah
16
Staf
Diva Aprilia Afifah
17
Staf
Prasetyo Adi Nugroho
18
Staf
Ahmad Saiful Abid
BIDANG KERUMAHTANGGAAN
19
Koordinator
Olivia Kurnia Hatami
20
Staf
Anggun Fitria Agung
21
Staf
Christianti Ellis Rahayu
22
Staf
Rizky Wulandari


Panitia Pergam 2016

PANITIA PERGAM 2016
Penanggungjawab
Aghnan Pramudihasan
Ketua Panitia
Nia Widiastuti
Sekertaris
Desi Dwi Ariyanti
Bendahara
Ulfia Nurul Khikmah
Sie Acara
Nurul Hakiki
Maryatul Qibtiyah
Rahmadiyono Widodo
Ratih Sukmaresi
Sie Perlengkapan
Prasetyo Adi Nugroho
Katon Waskito Aji
Muhammad Hasbi A.
Sie Humas
Ahmad Arif
Andri Nugroho
Riky Wulandari
Devi Ratna Sari
Ahmad Saiful Abid
Sie Konsumsi
Anggun Fitria Anggun
Olivia Kurnia Hatami
Insiwi Purwianshari
Puput Tri Ambarwati
Sie PDD
Ratih Dewanti
Gahar Ajeng Prawesthi
Bima Gana Pradana
Sie KSK
Tri Widayanti
Diva Aprilia Afifah

Temu Perdana Diinformasikan Menyusul

Sabtu, 23 Januari 2016

Siluet Sang Raptor


Burung yang ini memang selalu membuat kagum saya sebagai seorang yang awam dalam birdwatching, burung raptor. Burung yang beranggotakan bangsa burung pemangsa (e.g. elang, burung hantu) ini memang selalu mengagumkan mulai dari burung diurnalnya sampai burung nocturnalnya. Wow banget deh jika berjumpa di alam dan bukan di kandang. 

Dalam agenda rutin Kelompok Pengamat Burung Bionic UNY, Bionic UNY mengadakan festival yang khusus dibuat untuk mengamati burung raptor. Festival Burung Raptor. Festival Burung Raptor 2015 diadakan pada tanggal 6 dan 8 November 2015. Tanggal 6 untuk materi burung raptor dan tanggal 8 untuk pengamatan langsung mengamati sang raptor. Pengamatan dilakukan di spot yang katanya sih tempat yang favorable banget buat si raptor sliweran kesana-kemari. Hayo dimana? Nama spotnya Bukit Jarum, Kaliurang, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta tepanya di dekat Museum Ulen Sentalu. 

Saat itu mungkin karena cuaca yang kurang mendukung (agak mendung tapi tidak hujan terkadang juga cerah), selama ±4 jam kami menunggu hanya 4 spesies burung (iya bukan sih? Mungkin itu hanya yang teramati oleh saya, hehe) yang teramati dengan jumlah yang tidak begitu banyak, kurang dari sepuluh. 4 spesies yang teramati antara lain : Sikep madu asia, Elang ular bido, Elang-alap cina, dan elang hitam. 

Nah, Alhamdulillahnya saya mendapatkan semua foto 4 spesies burung raptor tersebut. Siluet Raptor Kiri atas : Sikep Madu Asia; Kiri bawah : Eang Ular Bido;Kanan atas : Elang Hitam; Kanan bawah : Elang Alap Cina. 
Nah itu fotonya, siluet bukan? Selain 4 spesies raptor tersebut yang teramati oleh saya pada hari itu adalah Tekukur biasa, Cekakak sungai, Cucak kutilang, Kapinis Laut, Walet Linci, Layang-layang Asia.

Minggu, 17 Januari 2016

AWC 2016


AWC merupakan singkatan dari Asian Waterbird Census. Kegiatan ini dilakukan setahun sekali dan biasanya pada awal tahun untuk mendata burung-burung air di berbagai titik di Asia.

KPB Bionic UNY sebagai salah satu kelompok pengamat burung juga turut berpartisipasi setiap tahunnya. Data hasil pengamatan burung air akan direkap dan dikirimkan ke pusat yang berada di Malaysia untuk dianalisis lebih lanjut.

Dua tahun terakhir, kegiatan AWC dilakukan KPB Bionic UNY di Rawa Jombor. Beberapa alasan dipilihnya Rawa Jombor adalah lokasinya yang tidak begitu jauh dengan kampus, jenis burung-burung air juga lumayan dan beberapa alasan lain termasuk banyaknya Bionicers yang berdomisili di Klaten.

Keadaan Rawa Jombor berubah setiap tahunnya. Satu tahun yang lalu, enceng gondok yang merupakan ikon rawa hanya dijumpai sedikit. Tahun ini, jumlah enceng gondok di Rawa Jombor cukup banyak.

Sayangnya, keadaan ini tidak berbanding lurus dengan peningkatan jenis burung air yang dijumpai. Dua jenis burung yang gagal dijumpai di AWC 2016 ini adalah Berkik kembang besar dan Tikusan merah.

Beruntungnya, primadona Burung-sepatu teratai cukup mudah dijumpai meskipun tidak dalam fase breeding padahal ekor menjuntainya merupakan daya tarik tersendiri bagi pengamat burung.

Semoga tahun depan dapat berpartisipasi di AWC 2017.

Jumat, 15 Januari 2016

Kegiatan Pertamaku


Awal yang sangat membuat saya penasaran saat mendengar kata KPB BIONIC UNY. Yang ada dalam pikiran saya yaitu orang yang suka mengoleksi burung, krena gambar logo pada tulisan ini adalah burung, entah itu burung apa saya tidak tau, yang jelas itu gambar burung. Selama ini saya tidak begitu tertarik dengan yang namanya burung, bagi saya burung hanyalah kegemaran bagi orang laki- laki yang suka mengoleksinya. Karena yang saya tau hanyalah burung elang, cucak, walet dst. Hanya nama- nama burung seperti itulah yang saya tau. 

Rasa penasaran saya, membuat saya ingin melihat apa saja yang di kerjakan oleh para kelompok pengamat burung di UNY? Saat itu saya iseng- iseng mengikuti pengamatan burung Raptor di bukit Jarum Merapi. Saat itu angkatan 2014 hanya saya dan teman saya satu yang berminat mengikuti kegiatan ini. Setelah di lihat- lihat ternyata kegiatannya seru sekali. Saya bisa melihat burung yang sedang terbang dengan jarak yang sangat dekat dengan menggunakan alat binokuler yang biasa digunakan untuk pengamatan burung. Dari situ saya bisa melihat warna sayap, bentuk paruh, bahkan bagian matanya. Sangat mengesankan. 

Ternyata dari ciri- ciri yang diamati nantinya kita bisa mengetahui spesies burung yang dilihat. Dan ternyata KPB BIONIC UNY mempunyai buku yang sangat tebakl sekali yang di sebut dengan MacKinnon, di dalam buku ini banyak sekali jenis- jenis burung. Ternyata burung elang saja mempunyai banyak jenis. Kegiatan ini membuat saya sangat penasaran, tapi menyenangkan juga karena kita sekaligus bisa belajar dan bermain. 

Lain waktu saya menyempatkan untuk mengikuti kegiatan yang di adakan oleh kelompok pengamat burung ini. Namanya “PERGAM”. Kegiatan inibanyak diikuti oleh angkatan baru. Kita rame- rame ke Kulonprogo naik truk, dan kita melakukan pengamatan di sana selama 2 hari. Ini pengalaman yang sangat menyenangkan bagi saya. Ternyata di sini banyak sekali jenis burung yang dapat diamati, mungkin karena disini lokasinya masih asri, banyak pepohonan yang rindang dan jauh dari keramaian. Dari pengalam- pengalaman ini lah yang membuat saya tertarik untuk mengikuti kegiatan BIONIC. 

Belajarmu jangan hanya di depan buku, alam gunakan untuk ilmu nyatamu

Minggu, 10 Januari 2016

With PPBI V


PPBI (Pertemuan Pengamat Burung Indonesia) bisa disebut agenda rutin yang dilakukan setahun sekali oleh para pengamat burung Indonesia. PPBI juga merupakan ajang untuk sharing tentang kemajuan/ info terbaru tentang dunia perburungan Indonesia atau bahkan luar Indonesia. 
Disana kita berkumpul di suatu tempat, nantinya kita akan melakukan pengamatan bersama. Untuk tahun 2015 ini PPBI dilakasanakan pada tanggal 28-29 November 2015 dan tempatnya di Bandung, atau tepatnya di daerah Ranca Upas, Ciwidey, Bandung. 

PPBI yang dilaksanakan tahun ini merupakan PPBI yang ke-5. Tapi ini PPBI pertama untuk saya. Selama saya mengikuti kegiatan ini, banyak hal yang saya dapatkan, seperti ilmu dan pengetahuan baru, teman yang dari berbagai daerah dan juga saya merasa punya keluarga besar yang baru. 

Setelah ikut kegiatan ini, mata saya mulai sedikit terbuka karena ternyata kalau misalnya kemarin saya ikut pengamatan bersama teman-teman KPB BIONIC saya merasa itu masih belum terlalu serius, masih main-main, sebentar-sebentar foto, dan sering gagal fokus. Ternyata data hasil pengamatan yang dilakuakn itu dikirim ke pusat untuk diolah menjadi sesuatu yang besar dan pastinya akan sangat berguna. 

Disitu saya merasa bersalah dan bilang pada diri saya sendiri, "ayok dong dirubah kelakuannya sedikit setelah tau hal itu. terus besok-besok kalau ikut pengamatan lebih serius lagi ya. kurangin kelakuan kayak anak kecilnya yang masih suka main-main ^_^". Tapi entahlah, apa hal itu bisa diwujudkan?. 

Tapi setelah ikut PPBI V di Bandung ini jadi ketagihan pengen ikutan kegiatan ini lagi. Terimakasih Bandung untuk moment yang sudah diberikan dan itu mengesankan. Sampai jumpa di PPBI VI yaa. Lombok, I'm coming.(kalau memungkinkan)

Sabtu, 09 Januari 2016

Festival Burung Raptor KPB Bionic UNY

oleh: Desi Dwi A

Adalah suatu tempat yang belum pernah aku datangi. Suatu tempat yang mana memberikan cerita baru dan kawan baru di perjalanan menjadi anggota KPB Bionic UNY. Tempat yang dingin, tapi memberi kehangatan dalam paduan canda tawa kala itu. Ya,,,,tempat itu adalah di Bukit Jarum Kaliurang.
Bukit Jarum, 8 November 2015
Adalah suatu tempat yang menjadi tujuan dalam agenda pengamatan burung yang diadakan oleh Kelompok Pengamat Burung Bionic UNY. Agendanya sih pengamatan burung Raptor, tapi disana lebih ke kegiatan kekeluargaan dan santai.

Dalam agenda Bionic kali ini tidak hanya dari para anggota Bionic UNY melainkan ada yang berasal dari UIN, UNS, UGM. Namun sayang sekali saat kami tiba disana sekitar pukul 08.00 WIB, cuacanya mendung hingga pada akhirnya kami hanya bisa mengamati beberapa raptor saja seperti Elang Alap Cina, Elangular Bido, dan Sikep Madu Asia.

Pengamatan kami berakhir sekitar pukul 11.00 WIB. Ketika kami sudah berkemas akan pulang tiba-tiba teramatinya raptor sedang terbang berputar-putar dengan ciri-ciri berukuran sangat besar, sayap dan ekor panjang dan pada ujung sayap sangat jelas menjari. Dan tak lain Raptor itu adalah Elang Jawa (Black Eagle). Hmm.... sangat menakjubkan episode Festival Burung Raptor kali ini...

Jumat, 08 Januari 2016

Burung, Paradigma Dulu dan Sekarang


Bagi saya yang tinggal di daerah yang cukup ‘nggunung’ tetap saja tidak memberikan pengetahuan khusus mengenai burung disekitar. Dulu, sebelum mengikuti Pergam (Perekrutan Anggota Muda) dari KPB Bionic UNY, saya hanya tahu istilah emprit atau sriti, namun belum bisa membedakan mana burung emprit yang ternyata adalah bondol jawa dan mana burung sriti (walet linci) yang selalu wara wiri di depan rumah.
*Foto diatas adalah foto burung sikatan ninon di puncak Bukit Plawangan.
Awalnya, sebelum Pergam digelar dan masih sedikit-sedikit iseng mengenai perburungan, hanya bermodalkan si Coky –kamera saku kesayangan–, melihat burung berwarna merah dan seperti itulah –belum bisa mendeskripsikan– di sekitar foodcourt UNY, begitu kagum. Setelah bertanya pada suhu Andri dan Aghnan, tahulah bahwa burung itu bernama cabai jawa –the real cabe-cabe I’ve ever met :D– dan itulah list burung pertama saya meskipun belum turun terjun langsung di KPB Bionic.

Dahulu, sebelum mengikuti Pergam, burung yang terlihat disekitar hanyalah emprit dan sriti. Sekarang, setelah mengikuti Pergam, mulai sedikit aware terhadap burung disekitar, ternyata adapula burung cantik, burung-madu sriganti yang mampu tertangkap mata di pohon bambu samping rumah, dan derkuku alias tekukur biasa yang hinggap di pohon sengon selatan TK sebelah rumah. Ada pula burung yang hanya sekilas dipandang ketika duduk di depan rumah, tidak sempat terdokumentasikan, burung warna hitam ukuran sedang dengan warna putih pada kedua sayap bagian bawah. Tidak teramati paruhnya, namun ketika di kampus bertanya pada Rahmi, kemungkinan burung itu adalah burung kerak kerbau.

Semakin kesini, semakin banyak burung yang dikenal. Tidak hanya disekitar kampus atau rumah, ditambah dengan acara Mersi (Mersani Peksi) dari KPB Bionic di Bukit Plawangan beberapa bulan yang lalu. Banyak burung berwarna-warni yang ditemui membuat saya begitu bersemangat mengenal burung dan menambah list baru. Beberapa burung yang masih saya ingat ketika pengamatan di Plawangan adalah burung sikatan ninon, burung srigunting kelabu, burung sikatan belang, burung cabai gunung, dan burung uncal loreng. Sebenarnya tidak menyangka, saya pikir burung indah berwarna hanya berada di hutan dengan tegakan tinggi nan rapat seperti hutan di Papua, namun ternyata di Plawangan, yang hanya 10 menit jaraknya dari rumah, penuh keindahan yang tidak pernah tersadari sebelumnya.
Masih banyak cerita mengenai ‘perburungan’, seperti acara Kadalan beberapa hari yang lalu, dan si Coky, si mungil yang selalu ngancani ndelok manuk. Mungkin akan ditulis dipostingan selanjutnya.. 

Semoga..

Salam kerak kebo! :D