Minggu, 05 November 2017

Memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional dengan Pengamatan Burung Raptor

Bertepatan dengan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) yang diperingati setiap tanggal 5 November, UKM-FMIPA KPB Bionic UNY menyelenggarakan Pengamatan Burung Raptor. Pengamatan Burung Raptor merupakan rangkaian kegiatan setelah Stadium General: Burung Raptor yang dilaksanakan dua hari sebelumnya. Sehari sebelumnya, Mas Kiir, Wahab Febri Andono, Aghnan Pramudihasan dari KPB Bionic UNY dan Ali dari Institut Pertanian Yogyakarta sempat melakukan pengamatan burung raptor di Watu Goyang Imogiri Bantul.

Di acara Stadium General: Burung Raptor, peserta sudah memperoleh pembekalan materi tentang identifikasi burung raptor. Pada kegiatan ini, ilmu identifikasi burung raptor akan diaplikasikan secara langsung di lapangan. Lokasi yang dipilih adalah Bukit Djarum, sebuah bukit yang berada di sebelah barat Museum Ulen Sentalu, Kaliurang.

Pesserta berangkat dari FMIPA UNY sekitar pukul 07:00 WIB. Tiba di lokasi, hamparan rumput hijau dan pepohonan menyambut rombongan peserta. Gunung Merapi dan dua bukit yang mengapitnya terlihat jelas sebelum kabut menutup pemandangan indah ini.

Teropong monokuler dan teropong binokuler segera dikeluarkan peserta untuk mengeksplor keberadaan burung raptor migran yang melintas. Peserta terlihat begitu antusias apalagi ketika dua ekor Elang-ular Bido (Spilornis cheela) soaring sambil bersuara saling bersahutan.

Peserta kegiatan Pengamatan Burung Raptor kali ini bukan hanya dari anggota Bionic dan mahasiswa UNY saja melainkan perwakilan dari beberapa instansi juga turut serta. Perwakilan dari KSSL FKH UGM dan Institut Pertanian Yogyakarta, bahkan ada yang jauh-jauh dari BBC Ardea UNAS Jakarta dan Pelatuk Unnes Semarang. Mas Asman Adi Purwanto dari Raptor Indonesia (RAIN) yang menjadi pemateri di SGBR datang bersama isteri dan anaknya. Datang juga Mas Okie Kristyawan alumni UKDW yang merupakan salah satu senior dalam pengamatan burung khususnya burung raptor.

Sebuah tantangan sempat dilontarkan oleh Mas Asman Adi Purwanto kepada Bionic pada sesi diskusi dan kesan pesan. KPB Bionic UNY sudah dikenal dalam setiap tahun rutin menggelar Festival Burung Pantai dan Festival Burung Raptor, bagaimana jika menyelenggarakan seminar nasional yang bertemakan burung migran. Semoga tahun depan bisa terwujud.

Cuaca yang sedikit berubah-ubah membuat beberapa kali pengamat memilih beristirahat di tempat yang telah disediakan panitia. Sekitar pukul 11:00 WIB kegiatan ditutup dengan foto bersama. Beberapa peserta kembali ke rumah masing-masing, sedangkan beberapa yang lainnya ingin meneruskan kegiatan pengamatan burung di Plawangan Taman Nasional Gunung Merapi. (Aghnan)

Sabtu, 04 November 2017

Stadium General: Burung Raptor

Setelah sukses dengan kegiatan Festival Burung Pantai 2017 kemarin, UKM-FMIPA Kelompok Pengamat Burung Bionic UNY menggelar acara Stadium General: Burung Raptor pada hari Jumat (2/11) di Laboratorium Astronomi FMIPA UNY. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan mahasiswa dan masyarakat umum tentang pengertian burung raptor, cara mengidentifikasi burung raptor serta distribusi raptor di Indonesia dan Yogyakarta. Kegiatan ini juga sebagai persiapan untuk monitoring atau pengamatan burung raptor migran di wilayah Yogyakarta.

Peserta pada acara Stadium General: Burung Raptor ini sebanyak 30 orang dari berbagai instansi, antara lain perwakilan dari Institut Pertanian Yogyakarta (INTAN), KSB Atma Jaya, Kelompok Studi Satwa Liar UGM, Biolaska UIN Sunan Kalijaga dan KPB Bionic UNY serta mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta.

Kegiatan ini dibuka oleh Alfiana Cahyaningrum selaku MC, kemudian sambutan dari Dwi Kurniasari selaku ketua panitia kegiatan. Memasuki acara penyampaian materi, Aghnan Pramudihasan selaku moderator memperkenalkan dua pembicara yang sudah berkecimpung di dunia perburungan daerah Yogyakarta khususnya burung raptor.

Pembicara yang pertama adalah Asman Adi Purwanto, anggota dari Raptor Indonesia (RAIN) dan juga anggota dari Asian Raptor Research and Conservation Network (ARRCN). Beliau juga penulis dari buku berjudul Panduan Lapang Burung Pemangsa di Kawasan Konservasi Balai Besar KSDA Jawa Timur. Dalam kesempatan ini, beliau memberikan materi tentang Burung Raptor dan Identifikasi Burung Raptor.

Pembicara yang kedua Rahmadiyono Widodo, anggota KPB Bionic UNY yang saat ini menjadi koordinator Paguyuban Pengamat Burung Jogja (PPBJ). Kegiatan survei elang migran dan survei populasi Elang Jawa sudah pernah dilakukan pembicara kedua ini. Materi tentang Distribusi Burung Raptor di Yogyakarta pun dipilih untuk disampaikan di acara Stadium General: Burung Raptor.

Setelah sesi tanya jawab yang berlangsung cukup menarik dengan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh peserta, panitia membuat kuis berhadiah poster burung karya Birdpacker. Ali Mustofa Saifudin dari Intitut Pertanian Yogyakarta dan Mega dari Universitas Negeri Yogyakarta berhak memperoleh poster setelah berhasil menjawab kuis dari panitia.

Follow up dari kegiatan ini adalah pengamatan burung raptor yang akan dilaksanakan di Bukit Jarum Kaliurang pada hari Minggu (5/11). Peserta yang sudah konfirmasi untuk acara pengamatan burung raptor migran ini sudah melebihi kuota sehingga ditutup demi keamanan dan kenyamanan berkegiatan. Panitia menyediakan opsi lain yaitu Sabtu (4/11) untuk pengamatan burung raptor migran di Watu Goyang Imogiri Bantul. (Aghnan)

Minggu, 15 Oktober 2017

Festival Burung Pantai 2017 - Kuota Full

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki habitat pantai potensial bagi burung-burung pantai baik lokal maupun migran. Sejauh ini telah banyak lokasi-lokasi di Indonesia yang teridentifikasi sebagai tempat singgah burung-burung pantai migran. Salah satunya di Muara Sungai Progo, Yogyakarta yang berada di perbatasan antara Kabupaten Bantul dan Kabupaten Kulonprogo.

Pada tanggal 14-15 Oktober 2017, KPB Bionic UNY mengadakan event Festival Burung Pantai 2017. Acara ini merupakan kegiatan tahunan yang rutin digelar dengan tujuan awal untuk melatih anggota baru khususnya dan mahasiswa atau masyarakat pada umumnya dalam mengenal burung pantai terutama burung pantai migran. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang bertemunya para kelompok pengamat burung dari berbagai instansi untuk bertukar informasi tentang burung pantai migran khususnya yang singgah di Muara Sungai Progo.

Festival Burung Pantai kali ini lebih meriah dengan banyaknya peserta yang berasal dari berbagai instansi baik dari Yogyakarta maupun luar Yogyakarta seperti Pelatuk BSC UNNES dari Semarang, Sayap Sadar USD dari Yogyakarta, BBC Ardea UNAS dari Jakarta, KSHL Comata UI dari Jakarta, Institut Pertanian INTAN dari Yogyakarta, Kepak Sayap UNS dari Solo, Imabio Universitas Jambi, Universitas Gadjah Mada, KSB Universitas Atma Jaya dan dari Universitas Negeri Yogyakarta dengan total sekitar 50 peserta.

Rangkaian acara dimulai dengan pemberangkatan peserta pada Sabtu (14/10) siang menuju tempat menginap dilanjutkan pengamatan burung pantai migran sore sampai menjelang petang. Meskipun hujan sempat beberapa kali turun, antusias peserta untuk melakukan pengamatan burung pantai tidak berkurang.

Setelah ishoma, kegiatan dimulai dengan sambutan dari Ketua Bionic 2017, Wicak Aji Pangestu kemudian dilanjutkan dengan penyampaian dua materi yang sudah dipesiapkan oleh panitia. Materi I tentang Identifikasi Burung Pantai disampaikan oleh Panji Gusti Akbar dan Materi II tentang Pengenalan Pantai Trisik disampaikan oleh Aghnan Pramudihasan dilanjutkan oleh Imam Taufiqurrahman.

Sebelum materi kedua disampaikan, terdapat kuis untuk menebak jenis burung pantai dimana 10 peserta dengan jawaban benar terbanyak akan mendapatkan hadiah dari Birdpacker selaku salah satu sponsor berupa kaos dan poster ditambah topi dari Hamba Allah.

Minggu pagi, peserta berangkat ke Muara Sungai Progo untuk melakukan pengamatan burung pantai migran. Jumlah peserta semakin banyak pada sesi pengamatan pagi ini, beberapa peserta menyusul. Salah satu tamu undangan, Bapak Agung Wijaya Subiantoro, M.Pd. selaku Dosen Pendidikan Biologi UNY datang dan bergabung untuk melakukan pengamatan burung pantai migran di Muara Sungai Progo.

Pembagian hadiah pemenang kuis dilakukan di Muara Sungai Progo. Teriknya panas matahari tidak mengurangi antusias peserta. Dalam kesempatan ini, tiap instansi diminta untuk menyampaikan kesannya selama mengikuti kegiatan ini.

Salah satu perwakilan dari Kepak Sayap UNS menyampaikan bahwa sebenarnya dia dan teman-temannya masih tahap belajar dalam mengenal jenis-jenis burung pantai, mereka sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini.

Kegiatan ditutup oleh ketua panitia kegiatan, Ika Nur Rahma dilanjutkan dengan packing dan kembali ke tempat masing-masing. Semoga kegiatan ini dapat diselenggarakan kembali tahun depan dan dapat menjadi perhatian bagi para take holder untuk lebih melestarikan tempat singgah burung-burung pantai migran khususnya di Muara Sungai Progo. (Aghnan)

Sabtu, 07 Oktober 2017

PERGAM XV Bionic 2017

PERGAM XV merupakan kegiatan KPB Bionic UNY untuk merekrut calon anggota baru. Nama PERGAM sendiri sebenarnya merupakan nama dari salah satu jenis burung keluarga Columbidae atau merpati, kemudian diutak-atik menjadi singkatan Perekrutan Anggota Muda.

Kegiatan ini dilaksanakan di Tahura Bunder Gunungkidul pada tanggal 30 September – 1 Oktober 2017. Sebanyak 40an peserta dari berbagai program studi mengikuti kegiatan ini.

Kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan pemberangkatan menuju lokasi Tahura Bunder, Gunungkidul. Setelah istirahat beberapa saat, peserta diberikan pembekalan materi tentang Pengenalan Burung dan Habitatnya, dilanjutkan games andalan Bionicers yaitu melukis wajah seperti burung yang sebelumnya dalam bentuk puzzle.

Materi selanjutnya tentang Pengenalan Pengamatan Burung dilanjutkan kumpul dengan pemandu dan teman sekelompok. Setelah Ashar, pengamatan burung pada sore hari dimulai sampai menjelang petang.

Di malam hari, dilaksanakan diskusi hasil pengamatan dan perkenalan dari seluruh peserta dan anggota Bionic yang ikut meramaikan acara ini, mulai dari yang baru lulus study sampai yang senior-senior dari berbagai angkatan. Para senior berkesempatan berbagi cerita tentang Bionic pada jamannya.

Paginya, setelah melakukan senam pagi peserta secara berkelompok bersama pemandu masing-masing melakukan pengamatan burung sesuai track yang sudah ditentukan. Menjelang siang hari, setelah diskusi hasil, panitia membuat tantangan kepada peserta yang bisa menjelaskan jenis burung terbanyak akan memperoleh hadiah berupa watercolor illustration dari Ratih Dewanti selain itu hasil sketsa peserta juga akan dinilai dan 3 sketsa terbaik akan memperoleh kaos Birdpacker.

Sebelum penutuapn, peserta dikumpulkan untuk menyaksikan inagurasi yang berisi foto maupun video hasil dokumentasi panitia dilanjutkan penentuan nama angkatan dan koordinator. Setelah berdebat sebentar, diputuskanlah nama Keluarga Bionic Angkatan XV adalah Cekakak Jawa dengan alasan selalu bahagia (versi cowok) dan cantik warnanya (versi cewek).

Semoga kalian bisa menetas sampai Gelatik (Gelar Pelantikan).