Kamis, 01 Desember 2016

Buku Panduan Lapang Burung Kampus Karya KPB Bionic UNY Akhirnya Terbit

Pendataan Burung Kampus di Universitas Negeri Yogyakarta sudah dimulai sejak tahun 1994 oleh Pak Djuwanto, M.S selaku dosen ekologi dibantu oleh beberapa mahasiswa. Pendataan bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis burung yang ada di kebun Biologi FMIPA UNY. Pada tahun 2003, Pak Yuni Wibowo, M.Pd selaku dosen Pendidikan Biologi kembali melakukan penelitian burung di kampus UNY setelah sebelumnya sempat terhenti.

Pertengahan tahun 2004 muncul beberapa mahasiswa Biologi angkatan 2001 yaitu Imam Taufiqurrahman, Anis Utomo dan Ahmad Fahrudin yang begitu tertarik dengan pengamatan burung. Kemudian bersama 7 orang lainnya, mereka mencoba mwadahi kegiatan ini dengan membentuk sebuah kelompok yang mengkhususkan diri pada dunia perburungan. Akhirnya BIONIC menjadi nama yang disepakati, sebuah akronim dengan kepanjangan “Biology UNY Ornithologi Club”.

Tahun pertama menjalani sebagai sebuah organisasi intra kampus, BIONIC belum banyak melakukan program dan kegiatan. Mersi singkatan dari bahasa Jawa “Mersani Peksi” yang berarti pengamatan burung menjadi kegiatan inti yang rutin dilakukan. Mersi yang rutin dilakukan di kampus kemudian menjadi Pendataan Burung Kampus. Hasil dari Pendataan Burung Kampus setiap tahun tersimpan di file pengurus Bidang Operasional.

Tahun 2013, melalui Ahmad Zulfikar Abdullah dan Zulqarnain Assiddiqi, KPB Bionic UNY mulai menyusun sebuah buku panduan tentang burung-burung yang ada di kampus. Tujuannya adalah untuk memperkenalkan berbagai jenis burung yang pernah teramati di kampus kepada masyarakat luas khususnya cititas akademi UNY. Buku ini juga sekaligus mejadi media kampanye untuk mengajak lebih peduli dan menjaga lingkungan sekitar khususnya kampus.

Di pertengahan tahun 2015, Buku Panduan Lapang Burung Kampus UNY Karangmalang Yogyakarta selesai disusun, diolah dan siap diterbitkan. Namun, dalam proses penerbitannya buku ini sempat terkendala proses administrasi. Akhirnya buku panduan pengamatan burung karya Bionicers (sebutan bagi anggota KPB Bionic UNY) ini harus tersimpan untuk beberapa saat.

Di tahun 2016, dengan persetujuan Bapak Dr. Paidi M.Si selaku Ketua Jurusan Pendidikan Biologi akhirnya Buku Panduan Lapang Burung Kampus UNY Karangmalang Yogyakarta memperoleh ISBN dan siap dicetak meskipun masih dalam jumlah terbatas. 

Mengingat bahwa ide untuk menyusun buku burung kampus dan menerbitkannya sudah ada sejak lama bahkan sebelum Tim Penyusun terbentuk, Ketua KPB Bionic UNY tahun 2016, Aghnan Pramudihasan masih mencoba mengusahakan untuk memperbanyak jumlah buku yang dicetak. Buku ini nantinya dapat menjadi informasi terkini tentang potensi burung yang ada di Kampus UNY Karangmalang kepada civitas akademika UNY maupun instansi luar. Selain itu, buku ini juga dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam pembangunan Kampus UNY Karangmalang yang berorientasi terhadap kelestarian burung di alam. (Aghnan)

Minggu, 27 November 2016

JBW Bulan November 2016 di Blok O Jogja

JBW (Jogja Bird Walk) merupakan agenda pengamatan burung setiap bulan yang di koordinasi langsung oleh PPBJ (Paguyuban Pengamat Burung Jogja). Dalam setiap pelaksanaannya, penanggung jawab JBW ini dilimpahkankan kepada kelompok – kelompok pengamat burung anggota PPBJ. Salah satu tujuan dari diadakannya pengamatan burung rutin ini adalah untuk membantu tim ABI (Atlas Burung Indonesia) dalam menghimpun data burung yang ada di seluruh wilayah khususnya Jogja dan sekitarnya.

“Jogja merupakan daerah dimana kelompok pengamat burungnya terbanyak daripada daerah – daerah lain, sehingga diharapkan dapat menyumbang data yang banyak pula untuk perkembangan atlas burung Indonesia yang terus memperbarui data temuan burung di berbagai wilayah di Indonesia,” kata Koordinator PPBJ, Rahmadiyono Widodo, Minggu (27/11/2016).

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan minat dalam pengamatan burung untuk mengeksplorasi burung dan habitatnya, khususnya bagi para anggota baru dari berbagai organisasi pengamat burung. Kegiatan ini juga sebagai ajang silaturahmi antar organisasi yang termasuk dalam PPBJ.

Pada bulan November, JBW dilimpahkankan kepada KP3Burung FKT UGM yang mengambil lokasi di Blok O, Adi Sucipto. Kegiatan ini diikuti oleh beberapa organisasi pengamat burung diantaranya Binobio UAD, Biolaska UIN, KSSL FKH UGM, KP3 UGM, Mapala STTL ITY, KSB UAJY dan KPB Bionic UNY.

Acara pengamatan berlangsung pada pukul 07.30 – 09.00 WIB dan dilanjutkan dengan sesi diskusi yang dipimpin langsung oleh Aim dari KP3Burung FKT UGM. Diskusi dimulai dengan perkenalan dari masing- masing organisasi dan dilanjutkan dengan menyampaikan jenis burung yang dijumpai selama pengamatan berlangsung. Beberapa burung yang berhasil teramati yaitu Cekakak Sungai, Raja Udang Meninting, Kipasan Belang, Kapasan Kemiri, Kareo Padi, Sepah Kecil, dan sebagainya dari 21 jenis burung yang dijumpai. Daftar jenis burung bertambah ketika salah satu dari anggota KPB BIONIC UNY, Panji Gusti Akbar melihat burung Tangkar Centrong yang terbang melintas dan mengalihkan sejenak acara diskusi yang sedang berlangsung dan sekaligus menjadi list jenis burung ke-22 yang teramati. 

Setelah penyampaian list jenis burung yang dijumpai, dalam kegiatan ini KPB Bionic UNY "ditodong" untuk berbagi cerita mengenai PPBI IV di Lombok bulan kemarin.

Di akhir sesi diskusi, disampaikan pula oleh Rahmadiyono Widodo selaku Koordinator PPBJ yang baru mengenai susunan kepengurusan PPBJ yang baru dan program kerja PPBJ yang salah satunya adalah Meninting. Meninting merupakan akronim dari Menulis Itu Penting, sebuah forum menulisnya pengamat burung di Yogyakarta. Tujuan kegiatan ini terutama untuk mendorong produktifitas menulis dan memublikasikannya secara ilmiah hasil-hasil pengamatan maupun penelitian para pengamat burung Jogja. (Desi/Aghnan)

Rabu, 23 November 2016

Mersi di TNGM

Kawasan Taman Nasional Gunung Merapi memiliki potensi fauna yang cukup tinggi. Berdasarkan hasil survey yang telah dilakukan diketahui  97 jenis burung (2.714 individu, 32 famili) dan 15 jenis mamalia (167 individu, 10 famili). Dari jenis-jenis tersebut, 17 jenis burung dan 4 jenis mamalia termasuk jenis yang dilindungi menurut PP No 7 Tahun 1999, 6 jenis memiliki nilai konservasi tinggi (IUCN 2011), 9 jenis diawasi dalam perdagangan satwa langka (CITES), 23 jenis endemik Indonesia dan 2 jenis termasuk feral atau bukan sebaran alami Indonesia atau domestik.

Tak salah kalau kawasan Taman Nasional Gunung Merapi menjadi salah satu lokasi favorit untuk pengamatan burung. Beberapa kelompok pengamat burung di Jogja hampir dipastikan pernah berkegiatan di kawasan TNGM.

Hari Minggu (20/11) kemarin, KPB Bionic UNY melakukan Mersi (Mersani Peksi) atau pengamatan burung di Taman Nasional Gunung Merapi, tepatnya di Telaga Nirmolo. Kegiatan ini merupakan program dari bidang Operasional yang bertujuan untuk memberdayakan dan meningkatkan kemampuan anggota KPB Bionic UNY dalam kegiatan eksplorasi burung dan habitatnya serta meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap keanekaragaman hayati di Indonesia terutama jenis burung. Selain itu, kegiatan ini dapat menjadi ajang pengenalan anggota baru dengan anggota lama serta temu kangen antar anggota senior dengan Bionicers lainnya.

"Mersi di Tlogo Nirmolo kali ini mengambil jalur ke Puncak Plawangan. Peserta dibagi menjadi 2 tim agar tidak terlalu riuh dan lebih fokus saat pengamatan," kata Andri Nugroho.

Beberapa jenis burung yang dijumpai antara lain burung hutan seperti Kacamata biasa, Brinji gunung, Empuloh janggut, Walik kepala ungu, Srigunting kelabu dan Bentet biasa. Burung semak seperti Brencet kerdil, Brencet berkening dan Tesia jawa juga teramati. Elang ular bido dan Sikep madu asia juga masuk dalam list pengamatan. Dalam kegiatan MERSI kali ini, setidaknya ada 30 jenis burung yang tercatat.

Kepedulian di hari ini, kelestarian di masa depan (Aghnan Pramudihasan).

Selasa, 15 November 2016

Biologi Mengajar ala KPB Bionic UNY

Himabio FMIPA UNY mengadakan kegiatan Aksi Sosial Himabio 2016 dengan tema `Biologi Berbagi, Wujudkan Insan Peduli` di Kuwon Tengah, Pacarejo, Semanu, Gunungkidul (5-6/10). Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain penyuluhan tentang pembuatan pupuk kompos, cek kesehatan gratis, pemberian sembako, pemberian susu gratis untuk anak-anak dan bazar baju.

Selain itu ada kegiatan Biologi Mengajar, dimana Himabio FMIPA UNY bekerjasama dengan SMP PGRI Semanu. Pada kegiatan Biologi Mengajar ini Himabio FMIPA UNY mengajak BSO BSG, Kelompok Studi Herbiforus dan KPB Bionic UNY.

Masing-masing organisasi memberikan materi dan pelatihan sesuai bidang yang ditekuni kepada siswa kelas VII SMP PGRI Semanu. BSO BSG dengan materi tentang kelelawar, KS Herbiforus dengan pelatihan pembuatan pot hidroponik sederhana dan KPB Bionic UNY dengan materi tentang burung.KPB Bionic UNY memberikan materi tentang Burung dan Habitatnya, Nilai Penting Burung, serta Kegiatan Pengamatan Burung.

Siswa juga berkesempatan untuk mencoba menggunakan teropong binokuler, alat bantu yang digunakan untuk melihat burung di alam. Kegiatan pengamatan burung di alam secara langsung tidak memungkinkan karena saat itu siang hari. Perjumpaan dengan burung akan sangat sulit jika memaksakan untuk melakukan pengamatan secara langsung.

Beberapa siswa sudah mengenal burung-burung di sekitarnya tetapi masih dengan nama lokal, seperti talokan atau burung cabai jawa, tengkek atau burung cekakak dan lainnya. Ternyata masih banyak dari mereka yang belum mengetahui bahwa ada beberapa burung yang dilindungi karena dari pengakuan mereka, mereka masih senang berburu burung menggunakan ketapel. Setelah penyampaian materi ini diharapkan mereka dapat belajar untuk peduli lingkungan khususnya burung. (Aghnan)