Thursday, April 3.

Header Ads

KPB Bionic UNY
  • Breaking News

    SIKEP MADU: Pengalaman Seru Mengamati Burung Air di Waduk Cengklik

     


    Sabtu, 15 Februari 2025, tim SIKEP MADU (Sinau Kelompok Peksi Bersama Pemandu) kembali beraksi! Kali ini spesial karena kita ikut dalam AWC (Asian Waterbird Census). Destinasi kali ini? Waduk Cengklik, Boyolali! Persiapan sudah dilakukan dengan matang, mulai dari peralatan pengamatan, logistik, hingga pembagian tugas agar kegiatan berjalan lancar dan seru.

    Pagi-pagi buta, kita udah siap kumpul jam 5.30 buat berangkat naik KRL. Ternyata oh ternyata, keretanya baru jalan jam 6.06. Yaudah, nunggu dikit sambil ngobrol ngalor-ngidul. Sekitar jam 7 kita sampai di Stasiun Balapan Solo, langsung cus ambil motor sewaan, dan lanjut perjalanan ke Cafe Mbah Kakung yang lokasinya deket titik pengamatan kita. Sepanjang perjalanan, suasana masih terasa segar dengan udara pagi khas pedesaan. Sesampainya di cafe, kita menyempatkan diri menikmati teh hangat sambil menunggu semua anggota berkumpul.

    Sebelum mulai pengamatan, kita briefing dulu sama saudara Alfian, pemateri SIKEP MADU Burung Air. Beliau memberikan arahan mengenai teknik dasar pengamatan burung air, pentingnya pencatatan data untuk konservasi, serta bagaimana membedakan burung berdasarkan ciri fisik dan habitatnya. Kita dibagi jadi dua kelompok, masing-masing peserta mencatat daftar burung sendiri. Formatnya unik! Nama famili dulu, terus dijabarkan ciri-ciri famili itu, baru tulis nama spesiesnya. Jadi makin paham tentang burung yang kita lihat. Selain itu, kami juga diberi panduan tentang cara menggunakan teropong dan kamera untuk dokumentasi.

    Saatnya pengamatan! Kita duduk manis di bawah pohon talok, pasang mata dan telinga. Matahari mulai meninggi, membuat kondisi pencahayaan semakin baik untuk melihat burung yang sedang beraktivitas. Beruntung banget, beberapa kali kita melihat Belibis Kembang terbang dengan anggun di atas permukaan air. Moment kayak gini tuh yang bikin pengamatan makin seru! Selain itu, banyak banget burung air lain yang kita temuin. Dari Cangak Abu yang berdiri tegak di tepi waduk, Blekok Sawah yang sibuk mencari makan, sampai Bambangan Merah yang sesekali muncul di sela-sela vegetasi air. Pokoknya koleksi spesies kita hari ini lumayan lengkap!

    Jam 11.00 pengamatan selesai, lanjut diskusi dan kuis di Cafe Mbah Kakung. Suasana cafe yang nyaman bikin diskusi makin asik. Seru banget karena kita bisa sharing hasil pengamatan sambil tebak-tebakan tentang burung. Ada yang kesulitan mengingat nama ilmiah burung, ada juga yang jago banget dan langsung bisa menyebutkan ciri khas spesies tertentu. Habis kuis, waktunya istirahat, makan siang, dan sholat. Menu di cafe ini ternyata enak banget, jadi makin betah buat duduk berlama-lama sambil ngobrol santai.

    Sambil nunggu waktu, kita iseng-iseng lanjut pengamatan di sekitar cafe. Ternyata banyak eceng gondok di sana, yang artinya kemungkinan ada burung air juga. Bener aja! Kita sempat melihat Mandar yang lagi asik terbang terus nyebur ke air buat berenang. Wah, beruntung banget! Beberapa dari kita bahkan sempat mengabadikan momen itu dengan kamera.

    Para pengamat yang turut serta dalam kegiatan ini, yaitu saudara-saudara Bionic tercinta, terdiri dari Nadhia, Selo, April, Alfian, Fani, Desti, Eka, Wahyu, Tasya, Zahro, Rina, Kiir, Sholeh, dan Anjas. Hasil pengamatan kita nggak sia-sia lho! Berikut daftar burung yang berhasil kita catat selama AWC di Waduk Cengklik: Kerakbasi ramai (10), Raja udang biru (2), Cekakak sungai (5), Cekakak jawa (1), Belibis Kembang (14), Walet linci (10), Cangak abu (1), Cangak besar (12), Blekok sawah (20), Bambangan merah (8), Bambangan kuning (17), Bambangan hitam (2), Kuntul kecil (6), Kowak-malam Abu (17), Sepah kecil (3), Cici padi (11), Cici merah (2), Perenjak rawa (2), Perenjak padi (3), Cinenen pisang (4), Perkutut jawa (9), Tekukur biasa (6), Bubut alang-alang (1), Wiwik kelabu (3), Cabai jawa (2), Bondol jawa (60+), Bondol peking (33+), Bondol haji (2), Layang-layang asia (30+), Layang-layang batu (8), Layang-layang loreng (5), Caladi ulam (2), Titihan australia (2), Cucak kutilang (5), Tikusan alis-putih (6), Mandar batu (3), Mandar besar (5), Mandar bontod (4), dan Gemak loreng (2). Daftar ini menambah wawasan kita tentang keberagaman burung air yang hidup di ekosistem Waduk Cengklik.

    Selesai semua kegiatan, sekitar jam 14.30 kita balik ke stasiun. Sampai sana udah mau jam 3, eh… kita malah ketinggalan kereta! Tapi alhamdulillah tetap dapat kereta meski nunggunya agak lama. Walaupun ada drama di akhir perjalanan, tetap aja hari ini super menyenangkan. (Eka Putri Prasetyani)

     

    Tidak ada komentar