Header Ads

KPB Bionic UNY
  • Breaking News

    SIKEP MADU Edisi Burung Raptor: Menanti Sang Pemangsa di Langit Trayu

                 SIKEP MADU Edisi Burung Raptor: Menanti Sang Pemangsa di Langit Trayu

    KPB BIONIC UNY kembali menyelenggarakan Sikep Madu edisi burung raptor. Kegiatan ini diawali dengan pematerian tentang karakteristik burung raptor pada hari Jumat sore (16/10). Materi ini disampaiakan oleh salah satu senior Bionic yaitu Mas Kiiryono atau kerap disapa Mas Kiir, sebagai bekal bagi peserta sebelum melakukan pengamatan langsung di lapangan.

    Dua hari setelah pematerian, Minggu pagi (18/10), kegiatan pengamatan burung di Desa Trayu, Klaten dimulai. Peserta pengamatan terdiri dari pengurus, anggota, dan cikal bakal anggota (Cikalang) Bionic sekitar 15 orang. Pagi itu, peserta berangkat dari kampus pukul 07.00 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 08.00 WIB. Sepanjang perjalanan, hamparan pepohonan tinggi yang mengelilingi kawasan hutan menghadirkan suasana sejuk dan menenangkan. Setibanya di lokasi, peserta disuguhi pemandangan dataran di bawah tebing yang menjadi latar pengamatan pagi itu, meskipun harus menempuh perjalanan yang sulit untuk sampai ke atas tebing.

    Setelah menanti beberapa saat, burung-burung yang menjadi incaran pengamatan akhirnya menampakkan diri. Sekitar lima individu elang terlihat terbang di angkasa. Eka menjelaskan, “Dua Elang-ular bido melintas dan melakukan soaring serta bersuara di angkasa”. Selain itu, Sikep-madu asia juga terlihat melayang di langit. Tak hanya itu, seekor Alap-alap sapi sempat terlihat bertengger di kawasan tebing lokasi pengamatan.


    Meskipun belum semua jenis elang yang terlihat, pengalaman menyaksikan Alap-alap sapi bertengger sudah cukup membuat suasana pengamatan terasa menyenangkan. Pengamatan kali ini juga tidak hanya berfokus pada burung raptor. Satu keluarga Takur ungkut-ungkut yang terdiri dari tiga individu terlihat bertengger di salah satu pohon yang mati. Cucak kutilang berkali-kali berterbangan, Walet linci tampak aktif bergerak, dan Layang-layang batu meluncur di udara. Di sisi lain, Merbah cerukcuk bertengger di semak-semak, Kerak kerbau terlihat di pepohonan, sedangkan Cekakak sungai sesekali berkicau seolah-olah sedang menertawakan para pengamat.

    Tepat pukul 10.00 WIB, peserta pengamatan mulai bersiap untuk kembali ke kampus. Peralatan telah di kemas, dan foto bersama pun sudah dilakukan. Namun, siapa sangka, kejutan justru muncul ketika seekor burung melintas di atas pengamat. Sosok tersebut adalah Alap-alap kawah! Kemunculan yang tidak terduga ini menjadi penutup pengamatan yang berkesan, seolah-olah langit Trayu masih meyimpan satu kejutan sebelum perjalanan pulang.

    Secara keseluruhan, Sikep Madu Edisi Burung Raptor memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi peserta. Kegiatan ini tidak hanya menjadikan kesempatan untuk mengamati burung pemangsa di habitat alaminya, tetapi juga melatih ketelitian dalam mengenali jenis burung berdasarkan ciri dan perilakunya. Meski belum seluruh jenis berhasil diidentifikasi, setiap perjumpaan menjadi pengalaman berharga untuk memperkaya pengetahuan tentang keanekaragaman burung. Dari langit Trayu, kami pulang membawa ceria, pengetahuan, dan tentu saja kenangan pengamatan yang sulit untuk dilupakan.

    Tidak ada komentar