Jumat, 29 Desember 2017

Lama Tak Berkunjung!

oleh Olivia Kurnia

Satu, bukan, dua, bukan juga, tiga, yaa hampir tiga tahun lalu menginjakkan kaki di sini (lagi). Masih dalam rangka yang sama, pengamatan burung. Tempat ini memang menjadi spot favorit pengamatan burung pantai migran, selain area persawahan seberang sana.

Jenis burung yang ditemui memang tak sebanyak waktu itu, tapi beberapa bisa terlihat jelas, bahkan cenderung burungnya mendekat ke kita. Bonus. Mengandalkan metode 'stay and wait'. Just for info, katanya kalo pagi kebanyakan burung lagi cari makan di area persawahan sono, nah sorenya baru ke tempat ini. buat sunsetan?. 

Burung pantai
Nah pengamatan ini pagi hari, jadi jenis burungnya cuma ditemui sedikit. Pengamatan kali ini bersama mas kir, mas wahab, mas hasbi, aghnan, andri, wicak, ika, miun, dan tentunya saya. Walaupun berangkat tidak bebarengan, tapi tujuan kita sama. Ahay. 
beberapa burung yang dijumpai

Burung pantai memang terkenal dengan penampakan yang cenderung sama. Jika dilihat sekilas saja, mungkin orang akan mengira burung itu sama semua. Beberapa jenis burung hanya dibedakan berdasarkan ukuran paruh, bentuk paruh, jenjang kaki, dll. Nah orang yang sekilas melihat, termasuk saya, akan menyangka semua burung itu merupakan jenis burung yang sama. 

Namun, karena pengamatan ini bersama mas kir dan mas wahab yang lebih expert tentang burung pantai, kami banyak diberitahu jadi lebih bisa membedakan jenis burung yang dilihat. Misalnya Cerek Pasir Besar dengan Cerek Pasir Mongolia. Cerek Pasir Besar memiliki paruh pendek tebal dengan tibia lebih panjang. Sementara, Cerek Pasir Mongolia memiliki paruh pendek tipis dengan tibia lebih pendek daripada Ceret Pasir Besar. Selain itu, ukuran tubuhnya pun lebih kecil. Tapi tetap saja, kalo burungnya yang muncul cuma satu dan nggak ada pembandingnya, aku mah bisa apa. Intinya, jam keker kudu tinggi!

Selalu dapet ilmu baru disetiap momen pengamatan burung. Kali ini (juga). Pengetahuan baru yang didapat dari mereka-mereka yang lebih expert didunia perburungan. 

Mode "Stay and Wait"
Sebab ilmu itu tanpa batas. Akan terus selalu bertambah dan begitu teramat luas. Yang terbatas hanyalah keinginan kita. Jika sudah merasa cukup maka cukup. Jika belum, maka barulah itu yang disebut dengan pencarian tanpa batas. (Panji Ramdana) 

Nb:
Sampai rumah ternyata saya membawa oleh-oleh dari pengamatan burung pantai ini. Ya, punggung saya gatel-gatel dan bentol-bentol. Sebenernya uda kerasa pas pengamatan, tapi cuek saja. Sampe rumah dilihat, ternyata ada bekas ulat yang mati di celana, mungkin ke'duduk'an. Beberapa hari masih merasakan gatelnya. Sepertinya lain waktu kudu lebih waspada lagi.

0 komentar:

Posting Komentar