Minggu, 09 April 2017

Birdwatching for Kids di Sedayu Bantul

Banyak cara dan teori tentang konservasi, namun tindakan jauh lebih dibutuhkan daripada hanya sekedar mendefinisikan teori tentang konservasi. Kelompok Pengamat Burung Bionic Universitas Negeri Yogyakarta (KPB Bionic UNY) memiliki program yang disebut dengan Birdwatching for Kids, dimana kegiatan ini biasanya dilakukan di tempat KKN sebagai program kerja individu.

Tujuan dari Birdwatching for Kids adalah supaya anak-anak yang mengikuti kegiatan ini dapat belajar peduli lingkungan, mencintai alam dan rekreasi. Manfaat dari kegiatan ini antara lain sebagai upaya pelestarian alam terutama burung, menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan cara lain belajar di lam yang mengasyikkan.

Pada KKN semester genap ini, setidaknya ada 3 mahasiswa yang melaksanakan Birdwatching for Kids di lokasi KKN mereka. Mereka adalah Desi Dwi Ariyanti, Fitria Permatasari dan Ika Nur Rahma yang berlokasi di Sedayu, Bantul.

Kegiatan yang pertama pada hari Minggu (2/4), berada di dua lokasi sekaligus yaitu di Gunung Polo dan Dusun Kepuhan Argomulyo Sedayu Bantul. Peserta yang mengikuti kegiatan ini total sebanyak 26 anak dengan pemandu dari KPB Bionic UNY sebanyak 7 orang. Di akhir kegiatan, anak-anak diminta menceritakan burung-burung yang berhasil mereka amati. Beberapa jenis burung yang dijumpai antara lain Bondol jawa / Javan Munia, Kuntul kerbau / Cattle Egret, Elang-ular bido / Crested Serpent Eagle, Cekakak jawa / Javan Kingfisher, Burung-madu sriganti / Olive-backed Sunbird.

Kegiatan yang kedua dilaksanakan pada hari Sabtu (8/4) di Surobayan Argomulyo Sedayu Bantul dengan peserta sebanyak 64 anak dan pemandu sebanyak 7 orang dari KPB Bionic UNY. Kegiatan Birdwatching for Kids kali ini dikombinasikan dengan games yang salah satunya adalah menyusun puzzle bergambar burung.

Salah satu pemandu, Aghnan Pramudihasan mengatakan bahwa KPB Bionic UNY akan menyiapkan materi berupa booklet pengamatan burung dan pemandu untuk membantu mengkondisikan anak-anak yang mengikuti kegiatan Birwatching for Kids. Kendala yang dialami dalam kegiatan ini adalah jumlah teropong binokuler yang dimiliki KPB Bionic UNY masih terbatas sehingga harus meminjam dari kampus lain.

“Anak-anak terlihat antusias saat mendengarkan penjelasan mengenai cara menggunakan teropong binokuler dan cara mengamati burung. Mereka juga terlihat antusias ketika memprektekkan langsung menggunakan teropong binokuler meskipun terkadang bingung sendiri karena belum terbiasa,” tambahnya.

Booklet yang dibuat KPB Bionic UNY berisi penjelasan tentang birdwatching, cara mengamati burung, tabel pengamatan yang disediakan tempat untuk menggambar burung dan halaman mewarnai gambar burung. Di halaman akhir, terdapat semacam soal dimana anak-anak diminta untuk mencocokkan bentuk paruh burung dengan makanannya dan berbagai macam bentuk kaki burung dengan jenis burungnya. (Aghnan)

0 komentar:

Posting Komentar